Selasa, 30 April 2013

Ongkos dan Penerimaan (Soal)


NAMA            :RANDI ADITIA WIGUNA
NPM               :15111841
KELAS           :2KA33
MATERI        :ONGKOS DAN PENERIMAAN (1)




    1.      Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis penerimaan perusahaan?
    2.      Sebutkan dan jelaskan 2 cara perhitungan laba dan rugi?
·        Jawaban



1.               a.      Penerimaan total/total revenue (TR)
Penerimaan total ialah jumlah seluruh penerimaan perusahaan dari penjualan produk yang dihasilkan. Penerimaan ini dapat dihitung dengan cara mengalikan jumlah seluruh produk yang dihasilkan dengan harga jual produk per unit. Secara matematis, perhitungan itu dapat dirumuskan :
·                                                TR = Q x P
                  b.      Penerimaan rata-rata/average revenue (AR)
Penerimaan rata-rata ialah penerimaan per unit produk yang terjual. Penerimaan rata-rata dapat dihitung dengan cara membagi penerimaan total perusahaan dengan jumlah produk yang terjual. Secara matematis, perhitungan ini dapat dirumuskan :
·                                                          AR = TR/Q
Keterangan :
AR      =    penerimaan rata-rata
TR       =    penerimaan total perusahaan
Q         =  jumlah produk yang dihasilkan, dan diasumsikan semuanya terjual
Karena TR = Q x P, maka :
·         AR =  Q x P/Q      sehingga          AR =  P

c.       Penerimaan marginal/marginal revenue (MR)
Penerimaan marginal ialah penerimaan tambahan dari adanya tambahan per unit produk yang terjual. Penerimaan marginal dapat dihitung dengan cara membagi tambahan penerimaan total perusahaan dengan tambahan jumlah produk yang terjual. Secara sistematis, perhitungannya dapat dirumuskan :
·                                                                     MR = TR/Q
Keterangan :
      MR =   penerimaan marginal
  TR =   tambahan penerimaan total
                      Q =   tambahkan jumlah produk yang dihasilkan, dan diasumsikan semuanya terjual.


      

2. -          Perhitungan secara total akan melahirkan konsep laba total/total profit (TPF) dan  rugi total/total loss (TL). Laba total merupakan jumlah seluruh laba yang diterima perusahaan sebagai akibat dari kelebihan penerimaan total (TR) atas biaya total (TC) yang dikeluarkan perusahaan. Dengan demikian, total profit dapat dihitung dengan rumus :



·         Total profit (TPF) = Total Revenue (TR) –  Total cost(TC)



Apabila TC lebih besar daripada TR, TPF akan negative. TPF yang negative menunjukan bahwa perusahaan mengalami kerugian atau besar rugi total (total loss).

-          Perhitungan secara rata-rata akan melahirkan konsep laba rata-rata/average profit (APF) dan konsep rugi rata-rata/average loss (AL). Laba rata-rata ialah laba yang diterima per unit produk, sedangkan rugi rata-rata ialah kerugian yang diderita perusahaan per unit produk.




1.      Rumus untuk mencari nilai rata-rata marginal/average avenue adalah?
a.       TR = Q x P
b.      MR = TR/Q
c.       Q x P
d.      AR = TR/Q
2.      Apa yang dimaksud dengan break event point?
a.       Untung
b.      Rugi
c.       Konsep titik impas
d.      Laba
·         Jawaban
1.      D. AR = TR/Q
2.      C. Konsep titik impas












Ongkos dan Penerimaan


NAMA            :RANDI ADITIA WIGUNA
NPM               :15111841
KELAS           :2KA33
KELOMPOK  :1
MATERI        :ONGKOS DANPENERIMAAN

5.      JENIS-JENIS PENERIMAAN PERUSAHAAN

Penerimaan perusahaan dapat dibedakan menjadi penerimaan total, penerimaan rata-rata, dan penerimaan marginal. Berikut uraian lengkap mengenai ketiga penerimaan tersebut.

a.      Penerimaan total/total revenue (TR)
Penerimaan total ialah jumlah seluruh penerimaan perusahaan dari penjualan produk yang dihasilkan. Penerimaan ini dapat dihitung dengan cara mengalikan jumlah seluruh produk yang dihasilkan dengan harga jual produk per unit. Secara matematis, perhitungan itu dapat dirumuskan :
·                                                TR = Q x P
b.      Penerimaan raa-rata/average revenue (AR)
Penerimaan rata-rata ialah penerimaan per unit produk yang terjual. Penerimaan rata-rata dapat dihitung dengan cara membagi penerimaan total perusahaan dengan jumlah produk yang terjual. Secara matematis, perhitungan ini dapat dirumuskan :
·                                                          AR = TR/Q
Keterangan :
AR      =    penerimaan rata-rata
TR       =    penerimaan total perusahaan
Q         =  jumlah produk yang dihasilkan, dan diasumsikan semuanya terjual
Karena TR = Q x P, maka :
·                                                         AR =  Q x P/Q      sehingga          AR =  P

c.       Penerimaan marginal/marginal revenue (MR)
Penerimaan marginal ialah penerimaan tambahan dari adanya tambahan per unit produk yang terjual. Penerimaan marginal dapat dihitung dengan cara membagi tambahan penerimaan total perusahaan dengan tambahan jumlah produk yang terjual. Secara sistematis, perhitungannya dapat dirumuskan :
·                                                        MR = TR/Q
Keterangan :
MR      =   penerimaan marginal
  TR =   tambahan penerimaan total
                         Q =   tambahkan jumlah produk yang dihasilkan, dan diasumsikan semuanya terjual.






6.      PERHITUNGAN PENERIMAAN PERUSAHAAN
Untuk memperjelas pemahaman mengenai konsep TR, AR, dan MR, anda dapat melihatnya pada tabel berikut. Perhitungan ini didasarkan pada kecenderungan menurunnya harga dengan semakin banyaknya barang yang dijual.

Quantity (unit )
Price (Rp)
TR (Rp)
AR (Rp)
MR (Rp)
1
50
50
50
0
2
47
94
47
44
3
40
160
40
33
4
32
192
32
16
5
28
196
28
4
6
24
192
24
-4
7
20
180
20
-12

Jika P tetap meskipun Q bertambah, pertambahan TR akan sebanding dengan pertambahan Q. Artinya jika Q ditambah 10% TR juga akan bertambah 10%. Sementara itu, AR tetap sama dengan P. Begitu pula MR akan samadengan P. Ini disebabkan tambahan TR sebanding dengan tambahan Q sehingga MR = P.

7.        LABA DAN RUGI ( PROFIT AND LOSS )

Setelah memahami konsep biaya produksi dan penerimaan perusahaan, anda akan dapat menghubungkan kedua konsep tersebut. Apabila anda hubungkan antara biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan dan penerimaan yang diterima perusahaan, anda akan menghadapi tiga kemungkinan, yaitu biaya lebih kecil dari pada penerimaan atau biaya lebih besar dari penerimaan.

Jika biaya lebih kecil dari penerimaan, akan lahir laba (profit). Jika biaya lebih besar dari penerimaan akan timbul rugi (loss), dan jika sama dengan penerimaan, akan lahir konsep titik impas (break event point). Bedasarkan hubungan antara biaya dan penerimaan tersebut, laba usaha (profit) dapat diartikan sebagai kelebihan penerimaan perusahaan atas biaya yang dikeluarkannya. Dapat juga dikatakan bahwa laba usaha merupakan selisih positif dari penerimaan perusahaan atas biaya yang dikeluarkannya.

Adapun rugi usaha dapat diartikan sebagai selisih negative dari penerimaan perusahaan atas biaya yang dikeluarkannya. Sementara itu, titik impas dalam usaha dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang menunjukkan bahwa penerimaan perusahaan sama dengan biaya yang dikeluarkannya. Dengan kata lain, dalam keadaan impas, perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi.     

A.    Perhitungan Laba dan Rugi Usaha.
Laba dan rugi usaha dapat diperhitungkan secara total maupun rata-rata.
-          Perhitungan secara total akan melahirkan konsep laba total/total profit (TPF) dan rugi total/total loss (TL). Laba total merupakan jumlah seluruh laba yang diterima perusahaan sebagai akibat dari kelebihan penerimaan total (TR) atas biaya total (TC) yang dikeluarkan perusahaan. Dengan demikian, total profit dapat dihitung dengan rumus :

·         Total profit (TPF) = Total Revenue (TR) –  Total cost(TC)

Apabila TC lebih besar daripada TR, TPF akan negative. TPF yang negative menunjukan bahwa perusahaan mengalami kerugian atau besar rugi total (total loss).
-          Perhitungan secara rata-rata akan melahirkan konsep laba rata-rata/average profit (APF) dan konsep rugi rata-rata/average loss (AL). Laba rata-rata ialah laba yang diterima per unit produk, sedangkan rugi rata-rata ialah kerugian yang diderita perusahaan per unit produk.

Senin, 22 April 2013

Infinite Stratos Season 2 Confirmed, Poster Promo



Ini telah dikonfirmasi selama IS All-Night Festival , adaptasi anime dari Izuru Yumizuru yang komedi romantis cahaya baru seri Terbatas Stratos telah kembali pada musim kedua! Pemutaran perdana musim baru masih belum terungkap seperti tulisan ini.

MANGA “ONE PIECE” VOLUME 69 BERADA DIPERINGKAT ATAS MESKI BELUM DIPASARKAN



Belum dipasarkan secara resmi, manga “One Piece” volume 69 tiba-tiba sudah nangkring di puncak peringkat komik Jepang edisi 24 Februari – 2 Maret, seperti dilansir dari Anime News Network.