Rabu, 21 Desember 2011

KPK Santai Dibilang Kehilangan Kepercayaan



Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi santai hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang menempatkan KPK di urutan dua setelah Kepolisian RI terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum. Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, apapun hasil survei itu harus dipandangnya sebagai peringatan untuk melakukan perbaikan ke depan. "Untuk memperbaiki kinerja agar dukungan masyarakat tidak menurun ke KPK. Kami akan bekerja lebih keras," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP di gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/11/2011).
JSI hari ini di hotel Sultan merilis hasil surveinya yang menemukan bahwa masyarakat masih lebih percaya dengan lembaga penegak hukum Polri. Polri mendapat suara sebesar 53,6 persen sedangkan KPK berada diurutan nomer dua yaitu sebanyak 45 persen.

Diakui Johan dukungan kepada KPK belakangan ini sedang menurun. Namun bukan lantas bisa dibandingkan dengan lembaga penegak hukum lainnya. Dengan adanya survei itu, KPK menilai bisa digunakan untuk acuan dalam memperbaiki kinerja baik internal maupun dalam rangka pemberantasan korupsi.

"Tidak ada gunanya aparat penegak hukum lakukan penegakan hukum tanpa didukung masyarakat," jelas dia lagi.                                                                                                  .

Namun demikian Johan juga mempertanyakan bagaimana metode yang digunakan dalam survei tersebut. Karena menurutnya masyarakat Indonesia yang mencapai 230 juta jiwa tidak mungkin hanya diwakili dengan responden yang jumlahnya terbatas.

"Nah itu perlu dilihat bagaimana metodenya dan siapa saja respondennya atau samplenya. Karena tidak mungkin 230 juta penduduk Indonesia hanya diwakili 1.000 orang. Tapi apapun itu bagi kami sebagai bahan untuk introspeksi.
Sumber : Inilah.com
Pendapat saya :
KPK harus bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat indonesia terhadap kinerja nya dalam pemberantasan korupsi di indonesia, dengan cara lebih tegas dan bersungguh-sungguh tidak setengah-tengah dalam memberantas korupsi terutama di kalangan pejabat tinggi negara. Tetapi sekarang apa yang kita lihat KPK terlalu takut (ciut) untuk membongkar kasus dugaan korupsi di kalangan pejabat tinggi contoh yang paling nyata adalah kasus bank Century, KPK terlalu takut untuk membongkar siapa pelaku di balik kasus bank Century, padahal bila di bongkar sampe ke akar-akarnya mungkin kasus ini bisa menyeret beberapa pejabat tinggi yang berkuasa saat ini. Sangat berbeda pada masa kepemimpinan Antashari Azhar, beliau sangat tegas dan bersungguh-sungguh untuk memberantas korupsi di indonesia, beliau begitu gigih ingin indonesia bersih dari para tikus-tikus pemakan uang rakyat (koruptor) meskipun para koruptor tersebut adalah para pejabat tinggi negara, beliau tidak takut atau gentar meskipun berbagai ancaman telah dia terima. Akibat kegigihannya dalam memberantas korupsi, sekarang Antashari Azhar telah di jebak dalam kasus pembunuhan yang menyangkut dirinya, menurut saya kasus tersebut terlalu mengada-ngada dan terdapat banyak sekali rekayasa, kasus tersebut hanya permainan politik para koruptor saja yang ingin pemimpin seperti dia di jebloskan ke penjara agar mereka (koruptor) bisa lebih leluasa untuk kembali memakan uang rakyat. Untuk sekarang KPK harus bisa mencari pemimpin seperti sosok Antashari Azhar yang berani dan tegas memberantas korupsi di indonesia, agar masyarakat kembali percaya terhadap kinerja KPK dalam memberantas korupsi di negara ini, karena untuk sekarang kinerja KPK sangat memprihatinkan sangat takut membongkar kasus dugaan korupsi terhadap para pejabat tinggi negara, itulah penyebab berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja KPK sekarang.
                                                                                                      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar